Oleh: mipsos | April 23, 2009

RAT KPRI Sejahtera PPPPTK PKN dan IPS Malang Tahun Buku 2008

Tanggal 27 Maret 2009 lalu, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera PPPPTK PKn dan IPS Malang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2008 sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja pengurus kepada anggota koperasi. Momen yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi itu dihadiri kurang lebih 120 anggota. Selain itu RAT mengundang petugas dari Dinas Koperasi dan UKM (dahulu Disperindagkop) dan pengurus PKPRI Kota Malang.

Bapak Budi Santosa mewakili pengurus PKPRI Kota Malang dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus KPRI Sejahtera yang telah mampu melaksanakan kewajiban menyelenggarakan RAT tepat waktu. Sesuai UU 25 tahun 1992 tentang Koperasi, pasal 26 menyatakan bahwa 1) Rapat anggota minimal dilaksanakan sekali dalam setahun; 2) Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban pengurus diselenggarakan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku lampau. Hal ini mengindikasikan bahwa KPRI Sejahtera telah dikelola dengan baik sehingga mampu melakukan laporan pertanggungjawaban.

Para pengurus KPRI Sejahtera, dari kiri ke kanan:Bp. Mujiyono Hariyanto, Bp. Sucahyono MJ (ketua), Ibu Ariani, dan Ibu Siti Rahayu

Para pengurus KPRI Sejahtera, dari kiri ke kanan:Bp. Mujiyono Hariyanto, Bp. Sucahyono MJ (ketua), Ibu Ariani, dan Ibu Siti Rahayu

Lebih lanjut dikatakan bahwa RAT merupakan forum untuk mengevaluasi kinerja pengurus selama satu tahun dengan parameter program kerja yang telah dibuat satu tahun sebelumnya. Ciri ini tidak sama dengan badan usaha lain. Kehadiran pengurus, pengawas, dan anggota bertemu secara bersama telah mampu mengembangkan koperasi dengan baik, terutama dalam segi pelayanan. Dengan demikian RAT tidak hanya sekedar formalitas tetapi momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan strategi pengembangan koperasi.

Di samping itu, KPRI Sejahtera PPPPTK PKn dan IPS Malang juga dianggap telah sukses dalam menjalankan roda perekonomiannya, terutama melalui unit usaha simpan pinjam dan toko. Untuk melihat sukses tidaknya koperasi akan sangat tergantung pada 5 parameter yang dijalankan, yaitu: ideologi, manajemen, permodalan, usaha, dan keanggotaan. Dengan parameter-parameter tersebut KPRI Sejahtera telah mampu merumuskan “grand image”. Meski dengan keterbatasannya, koperasi mampu menyaingi pelaku-pelaku usaha yang lain. Koperasi akan mampu bekerja dengan baik manakala ia kembali pada jati diri koperasi, yakni: “dari, oleh, dan untuk anggota”.

Masih menurut Pak Budi Santosa, diinformasikan bahwa di PKPRI Kota Malang telah diadakan Program Senkuko (Sentral Kulakan Koperasi) di mana mekanismenya sama dengan grosir yang melayani barang kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga ditawarkan kerjasama penyediaan Program Aplikasi Keuangan. Program ini akan sangat membantu bagaimana pengurus koperasi dengan berbagai macam tugas dan aktivitas yang padat tetap mampu menjalankan sistem pelayanan yang cepat.

Pada kesempatan itu juga kepala PKPRI beserta pejabat Diskop dan UKM Kota Malang melantik kembali Bapak Drs. Zainuri, S.H., M.Pd sebagai Pengawas Organisasi dan Administrasi Koperasi Sejahtera PPPPTK PKn dan IPS Malang untuk masa kerja 2009-2011. Selepas acara RAT, pengurus koperasi Sejahtera melakukan pengundian doorprize dan bagi-bagi Sisa Hasil Usaha (SHU).

Ini bukan pembagian BLT, tetapi pembagian SHU. Meski berdesakan, namun masih manusiawi.

Ini bukan pembagian BLT, tetapi pembagian SHU. Meski berdesakan, namun masih manusiawi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: